Tuesday, October 25, 2016

Salam Sapa



Di blog ini sebagai media mencurahkan pikiran dan hasil renungan. Perjalanan mencari hal yang bisa membuat kita mendapatkan kebahagiaan. Tulisan ini tidak ditulis secara lugas tetapi ada beberapa kata yang itu merupakan arti suatu kata. Tempat itu jauh dari tanah tempat tumbuh dan tentulah memiliki kebudayaan yang berbeda, butuh penyesuaian dan pembiasaan agar tidak seperti menjadi orang dari jauh.

Di tempat pencarian itu adalah tanah para Wali ada 2 yang menjadi bagian dari 9. Ditengok dari sejarah di tempat ini merupakan Induk dari sejarah kerajaan di tanah tempat tumbuh. Ada keterkaitan antara kerajaan Mataram-Demak-Pajang dan 2 Wali. Wali inilah sebagai guru dari penguasa kerajaan yang menjadi awal, yang akhir (Mataram) merupakan anak/murid. Dilihat dari masyarakat masih menjunjung kebudayaan yang kental, jauh berbeda di kota Pelajar yang mengalami modernisasi dan asimilasi budaya dengan Netherland. Pengajaran di sini saya bandingkan seperti Kakek yang mendidik cucu ada ketegasan, tutur kata konstruktif, tepat/sesuai, penuh kejelasan dan penekanan terhadap apa yang diinginkan dan tidak ada yang namanya cengengesan.
Tulisan yang nanggung....
Langsung saja UMK Kampus besar di wilayah Pantura mengandung nama gunung dan kota atau dua wali. Kampus menghadap ke utara sehingga bila di gedung tertinggi bisa melihat Gunung Muria yang bergelombang seperti terjal. Sama dengan kampus di selatan Slokan Mataram juga menghadap ke utara tepat menghadap Gunung Merapi.
Lebih khusus lagi Teknik Mesin salahsatu prodi dari 14 prodi. Tahun 2000 dibuka D3 teknik mesin tetapi lambat laun semakin sedikit peminatnya sehingga 2012 di buka S1 dan bagi mahasiswa yang belum sempat selesai siberi pilihan DO atau Transfer.

Saat pertama masuk kuliah yang masuk dalam benak “dosen di sini begitu sabar, walau mahasiswa telat kemudiam masuk menyalami dosen tapi beliau tidak membahas, menegur, memarahi”. Mahasiswa sudah dewasa sehingga bisa berfikir sendiri.
Gedung J FT dan FEB UMK

No comments:

Post a Comment